Mengenal Penilaian Perkutut

16 Nov

Suara burung perkutut yang baik haruslah memenuhi lima kategori, yakni : Suara depan (angkatan), Suara tengah (ketukan), Suara ujung (tengkung), Irama (lagu) dan air suara (latar / kualitas suara). Yang paling penting dalam hal ini adalah kita harus bisa atau mengerti hitungan (jumlah) ketukannya (step).

Adapun ketukan (tutukan) adalah jumlah suku kata yang bisa kita dengar pada waktu burung perkutut berbunyi. Beberapa contoh tipe suara serta cara mengetahui jumlah step, bisa disimak di bawah ini :

Klaukhetekkoong4 step atau bisa disebut jalan engkel 1234

klaukhetektekkoong5 step atau bisa disebut satu setengah 12345

klaukhetekkhetekkoong6 step yang biasa disebut double ketek 123456

TIPE SUARA

I. Suara depan atau angkatan :

Hoor, Hoo, Koor, Euo, Eung ………..

sering disebut suara depan yang datar atau ndorong.

Klaauu, Kwaauu, Haauu, Kliiuu, Aauu ………. disebut ngangkat / membat / narik

II. Suara tengah atau ke-tek :

khe – tek (engkel) satu kata terdiri dari 2 ketukan

khe – tek – ke / khe – tek – tek (sari ke-tek) 1,5 kata terdiri 3 ketukan

khe – tek – khe – tek (double) 2 suku kata

khe – tek – khe – tek – khe (double plus / sari double) 2,5 suku kata

khe – tek – khe – tek – khe – tek (triple terdiri dari 3 suku kata)

III. Suara ujung atau kung :

kok, khuk, koo, khoo ……… ujung arum / basah

koong, khooong, khuuung …….. ujung ngayun / nggandul

kwooong, klieuuung, twooong …….. ujung mengalun (payung)

Paduan dari adanya suara depan, tengah, ujung tersebut akan dapat kita dengar sebuah rama burung perkutut. Tentu saja harus ditunjang dengan kualitas suara yang bagus pula.

Untuk menghasilkan suara yang benar benar sempurna sesuai dengan harapan kita sebagai pencinta burung perkutut. Selain juga memenuhi kriteria penilaian konkurs yang terdiri dari 5 unsur suara. kriteria dimana untuk setiap 1 kreteria harus memenuhi 3 kreteria yang lebih detail.

KRITERIA PENILAIAN

Berikut adalah ke 15 kriteria suara burung perkutut sebagai dasar untuk memahami sejauh mana kualitas suara seekor perkutut. Selain itu juga mengenai aturan penilaian konkurs serta penentuan nominasi.

A. KRITERIA SUARA BURUNG PERKUTUT

I. Kriteria Suara Depan (Angkatan)

Membat

Panjang

Bersih

II. Kriteria Suara Tengah

Senggang

Jelas

Jangkep

III. Kriteria Suara Ujung (Kung)

Panjang

Berbobot

Bergema

IV. Kriteria Irama

Keserasian antara suara depan, tengah, ujung

Nyekok / alunan / improvisasi / khas / logat

Adanya spasi jarak (koma) anatara depan, tengah dan tengkung

Adanya interval jarak : Fase dari bunyi ke bunyi berikutnya

V. Kriteria Air Suara / Dasar Suara / Kwalitas Suara

Bersih atau Kristal

Kering atau Cowong

Tebal / Berbobot / Ngisi

B. PERATURAN PENILAIAN

Peraturan yang diberlakukan untuk melakukan penilaian konkurs burung perkutut

adalah sebagai berikut :

Kriteria :

Angkatan : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Tengah : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Ujing : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Irama : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Kualitas : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Jumlah : 15 kriteria x 3 poin = 45 poin

Bisa ditarik kesimpulan bahwa nilai tertinggi (sempurna) untuk suara burung perkutut adalah 45 poin (memenuhi semua kriteria).

C. PERATURAN PENENTUAN NOMINASI

Pada waktu pelaksanaan konkurs burung perkutut, tentunya akan ada beberapa ekor burung perkutut peserta yang dianggap oleh tim penilai mempunyai suara yang mendekati suara sempurna (sesuai dengan kriteria yang ada).

Untuk menentukan urutan nominasi tersebut, bisa dilihat dari poin tertinggi yang diperoleh burung perkutut, minimal 2 babak dalam 4 babak penilaian konkurs. atau dengan kata lain nominasi diambil dari 2 nilai tertinggi dari 4 babak.

( Sumber : Fauna No. 017-2000 )

Bendera Penilaian

Berdasarkan hasil kongres Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) tahun 1994 dikeluarkan tata cara penilaian dalam konkurs yang saat ini masih dipakai dalam penilaian pada konkurs kelas Senior maupun Junior.

Pemberian bendera tanda bunyi berbentuk segitiga atau persegi panjang sebagai pertanda burung mendapatkan nilai 40/41. Pada setiap babak bendera ini berbeda warna dan disisakan setiap pergantian babak. Penilaian diberikan apabila 6 kali berbunyi secara berturut-turut.

Koncer satu warna (umumnya untuk membedakan dengan tanda bunyi, bendera di dobelkan seperti dua warna tetapi warna sama). Nilai diberikan 42 s.d. 42,5. Penilaian diberikan apabila berbunyi 6 kali berturut turut dan memenihi kriteria penilaian lima unsur suara yang dinilai.

Koncer dua warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 43. Penilaian diberikan apabila berikutnya 8 kali berbunyi secara berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara yang dinilai.

Koncer tiga warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 43,5. Penilaian diberikan apabila berikutnya 8 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas.Penilaian oleh juri penilai setelah mendapatkan persetujuan dari koordinator juri.

Koncer empat warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 44 apabila berikutnya 8 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas.Penilaian oleh juri penilai setelah mendapatkan persetujuan dari koordinator juri.

Koncer lima warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 44,5 apabila berikutnya 10 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas. Penilaian oleh juri penilai setelah mendapat persetujuan oleh seorang koordinator juri dan ketua juri (dewan juri).

Koncer lima warna dengan bola pimpong di atasnya (variasi warna tidak masalah). Nilai sempurna 45. Diberikan apabila berikutnya berbunyi 10 kali berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas. Penilaian oleh juri penilai setelah mendapat persetujuan dari seorang koordinator juri dan ketua juri (dewan juri).

Perkutut yang gacor bukan berarti bisa mendapat nilai maksimal, karena yang dinilai dalah harmonisasi kelima unsur suara : suara depan, suara tengah, suara ujung, irama dan air suara sehingga menghasilkan anggungan yang lengkap, enak didengar, suara tengah jelas ketukannya satu-satu dan tegas bertenaga, tidak tergesa-gesa antara interval satu suara ke suara berikutnya, stabil tanpa adanya penurunan kualitas dan kedengaran dari jarak jauh (tembus) baik yang bervolume besar maupun kristal tidak masalah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: