Arsip | November, 2011
18 Nov

DENAH LOKASI PLANET PERKUTUT BIRD FARM

Materi Kandang PLANET BF

16 Nov

Planet BF
Jl. Pasir Muncang no.40
Dago Giri
Bandung

Menjual Perkutut Berkualitas
Harga terjangkau Rp. 300.000 ,-
081220292910

FENOMENA TURUNAN

16 Nov

bila kita ikuti secara rutin, perkembangan cara cara berternak perkutut di tanah air selalu mengalami hal sama dari waktu ke waktu. Kita masih mengingat dengan jelas, bagaimana bibit dari import sangat mendominasi indukan indukan di tanah air, seperti VP Pharoh V, PS sampai awal awal tahun 2000 yg sangat fenomenal TL 4B, dan yang terjadi pada saat ini kembali lagi beberapa farm di bangkok dan thailand selatan kembali mendominasi hampir diseluruh peternak indonesia. hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar. Mengapa dipertanyakan, coba kita lihat kebelakang, soal irama sdh pernah kita dapatkan dari VP dan PS, soal volume kita peroleh dari TL 4B, soal ujung jangan dibicarakan, karena ujung panjang sudah ada sejak jaman nenek moyang, coba kita lihat pakem perkutut, jelas disitu disebutkan ujung panjang, artinya para pembuat pakem sudah mendengar langsung ujung panjang seperti yang diagung agungkan saat ini.
Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan, “ketekunan” tidak dimiliki para peternak indonesia, dominasi bisnis lah yg membawa dampak rupiah terus mengalir ke negeri seberang.
Jika kita tengok keberhasilan peternak peternak negeri seberang, ada dua hal yang mereka lakukan “bisnis” dan “kecintaan” atas burung perkutut, yang pada ujungnya kombinasi kedua hal tersebutlah yang melahirkan ketekunan.

Mengenal Penilaian Perkutut

16 Nov

Suara burung perkutut yang baik haruslah memenuhi lima kategori, yakni : Suara depan (angkatan), Suara tengah (ketukan), Suara ujung (tengkung), Irama (lagu) dan air suara (latar / kualitas suara). Yang paling penting dalam hal ini adalah kita harus bisa atau mengerti hitungan (jumlah) ketukannya (step).

Adapun ketukan (tutukan) adalah jumlah suku kata yang bisa kita dengar pada waktu burung perkutut berbunyi. Beberapa contoh tipe suara serta cara mengetahui jumlah step, bisa disimak di bawah ini :

Klaukhetekkoong4 step atau bisa disebut jalan engkel 1234

klaukhetektekkoong5 step atau bisa disebut satu setengah 12345

klaukhetekkhetekkoong6 step yang biasa disebut double ketek 123456

TIPE SUARA

I. Suara depan atau angkatan :

Hoor, Hoo, Koor, Euo, Eung ………..

sering disebut suara depan yang datar atau ndorong.

Klaauu, Kwaauu, Haauu, Kliiuu, Aauu ………. disebut ngangkat / membat / narik

II. Suara tengah atau ke-tek :

khe – tek (engkel) satu kata terdiri dari 2 ketukan

khe – tek – ke / khe – tek – tek (sari ke-tek) 1,5 kata terdiri 3 ketukan

khe – tek – khe – tek (double) 2 suku kata

khe – tek – khe – tek – khe (double plus / sari double) 2,5 suku kata

khe – tek – khe – tek – khe – tek (triple terdiri dari 3 suku kata)

III. Suara ujung atau kung :

kok, khuk, koo, khoo ……… ujung arum / basah

koong, khooong, khuuung …….. ujung ngayun / nggandul

kwooong, klieuuung, twooong …….. ujung mengalun (payung)

Paduan dari adanya suara depan, tengah, ujung tersebut akan dapat kita dengar sebuah rama burung perkutut. Tentu saja harus ditunjang dengan kualitas suara yang bagus pula.

Untuk menghasilkan suara yang benar benar sempurna sesuai dengan harapan kita sebagai pencinta burung perkutut. Selain juga memenuhi kriteria penilaian konkurs yang terdiri dari 5 unsur suara. kriteria dimana untuk setiap 1 kreteria harus memenuhi 3 kreteria yang lebih detail.

KRITERIA PENILAIAN

Berikut adalah ke 15 kriteria suara burung perkutut sebagai dasar untuk memahami sejauh mana kualitas suara seekor perkutut. Selain itu juga mengenai aturan penilaian konkurs serta penentuan nominasi.

A. KRITERIA SUARA BURUNG PERKUTUT

I. Kriteria Suara Depan (Angkatan)

Membat

Panjang

Bersih

II. Kriteria Suara Tengah

Senggang

Jelas

Jangkep

III. Kriteria Suara Ujung (Kung)

Panjang

Berbobot

Bergema

IV. Kriteria Irama

Keserasian antara suara depan, tengah, ujung

Nyekok / alunan / improvisasi / khas / logat

Adanya spasi jarak (koma) anatara depan, tengah dan tengkung

Adanya interval jarak : Fase dari bunyi ke bunyi berikutnya

V. Kriteria Air Suara / Dasar Suara / Kwalitas Suara

Bersih atau Kristal

Kering atau Cowong

Tebal / Berbobot / Ngisi

B. PERATURAN PENILAIAN

Peraturan yang diberlakukan untuk melakukan penilaian konkurs burung perkutut

adalah sebagai berikut :

Kriteria :

Angkatan : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Tengah : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Ujing : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Irama : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Kualitas : 3 kriteria x 3 poin = 9 poin

Jumlah : 15 kriteria x 3 poin = 45 poin

Bisa ditarik kesimpulan bahwa nilai tertinggi (sempurna) untuk suara burung perkutut adalah 45 poin (memenuhi semua kriteria).

C. PERATURAN PENENTUAN NOMINASI

Pada waktu pelaksanaan konkurs burung perkutut, tentunya akan ada beberapa ekor burung perkutut peserta yang dianggap oleh tim penilai mempunyai suara yang mendekati suara sempurna (sesuai dengan kriteria yang ada).

Untuk menentukan urutan nominasi tersebut, bisa dilihat dari poin tertinggi yang diperoleh burung perkutut, minimal 2 babak dalam 4 babak penilaian konkurs. atau dengan kata lain nominasi diambil dari 2 nilai tertinggi dari 4 babak.

( Sumber : Fauna No. 017-2000 )

Bendera Penilaian

Berdasarkan hasil kongres Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) tahun 1994 dikeluarkan tata cara penilaian dalam konkurs yang saat ini masih dipakai dalam penilaian pada konkurs kelas Senior maupun Junior.

Pemberian bendera tanda bunyi berbentuk segitiga atau persegi panjang sebagai pertanda burung mendapatkan nilai 40/41. Pada setiap babak bendera ini berbeda warna dan disisakan setiap pergantian babak. Penilaian diberikan apabila 6 kali berbunyi secara berturut-turut.

Koncer satu warna (umumnya untuk membedakan dengan tanda bunyi, bendera di dobelkan seperti dua warna tetapi warna sama). Nilai diberikan 42 s.d. 42,5. Penilaian diberikan apabila berbunyi 6 kali berturut turut dan memenihi kriteria penilaian lima unsur suara yang dinilai.

Koncer dua warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 43. Penilaian diberikan apabila berikutnya 8 kali berbunyi secara berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara yang dinilai.

Koncer tiga warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 43,5. Penilaian diberikan apabila berikutnya 8 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas.Penilaian oleh juri penilai setelah mendapatkan persetujuan dari koordinator juri.

Koncer empat warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 44 apabila berikutnya 8 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas.Penilaian oleh juri penilai setelah mendapatkan persetujuan dari koordinator juri.

Koncer lima warna (variasi warna tidak masalah). Nilai diberikan 44,5 apabila berikutnya 10 kali berbunyi berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas. Penilaian oleh juri penilai setelah mendapat persetujuan oleh seorang koordinator juri dan ketua juri (dewan juri).

Koncer lima warna dengan bola pimpong di atasnya (variasi warna tidak masalah). Nilai sempurna 45. Diberikan apabila berikutnya berbunyi 10 kali berturut-turut dan memenuhi kriteria penilaian lima unsur suara dengan tanpa adanya penurunan kualitas. Penilaian oleh juri penilai setelah mendapat persetujuan dari seorang koordinator juri dan ketua juri (dewan juri).

Perkutut yang gacor bukan berarti bisa mendapat nilai maksimal, karena yang dinilai dalah harmonisasi kelima unsur suara : suara depan, suara tengah, suara ujung, irama dan air suara sehingga menghasilkan anggungan yang lengkap, enak didengar, suara tengah jelas ketukannya satu-satu dan tegas bertenaga, tidak tergesa-gesa antara interval satu suara ke suara berikutnya, stabil tanpa adanya penurunan kualitas dan kedengaran dari jarak jauh (tembus) baik yang bervolume besar maupun kristal tidak masalah.

Perkutut Bakalan

16 Nov

Banyak orang memelihara perkutut, asal memelihara saja. bakalan yang dibeli tidak pernah atau jarang ipilih secara cermat.penggemar. penggemar yang masih baru umumnya kurang tau persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan calo penyanyi yang bermutu. akibatnya, setelah burung dirawat baik-baik dalam waktu cukup lama, ia menjadi kecewa. harapan semula akan mendapatkan burung bersuara merdu,ternyata suaranya kecil, iramanya tidak bagus, anggungannya monoton, sehingga membosankan didengar.

Bagi penggemar yang memiliki cita rasa “seni suara perkutut” yang baik, pengalaman serupa itu jelas tidak menyenangkan. merawat bakalan sampai menjadi perkutut yang rajin manggung tidaklah muda, karena membutuhkan perhatian, waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. lebihparah lagi kalau bakalan dulu dibeli dengan harga mahal pula.

Harus Jantan:

Perkutut yang rajin berbunyi dan manggung dengan baik hanyalah yang jantan.di alam bebas, anggungan burung jantan diperdengarkan untuk memikat calon pasangan betinanya.

Jadi bakalan yang akan dipilih dan dipelihara sebagai burung penyanyi haruslah yang jantan. perbedaan kelamin jantan-betina pada perkutut muda, bisa diketahui dengan merabah supitnya (tulang yang terletak di bawah dubur dan di antara pangkal paha).caranya, tubuh burung dipegang dengan tangan kiri, lalu diraba tulang supitnya dengan telunjuk kanan atau ibu jari.kalau bagian supit itu terasa sempit dan keras, tak diragukan lagi, pasti burung jantan kalau terasa renggang dan empuk, pasti burung betina. selain itu bentuk kepala burung jantan umumnya agak besar, lonjong memanjang, dan betinanya kecil agak membulat.

Mendapatkan burung jantan saja belum cukup. untuk mendapatkan calon penyanyi yang baik masih diperlukan sejumlah persyaratan, antara lain ciri-ciri berdasarkan katuranggan dan ciri mathi. umumnya bakalan perkutut belum berbunyi yang bisa diharapkan jadi burung penyanyi, tanda-tandanya sebagai berikut:

Kepala. bentuk agak lonjong memanjang (oval melancip seperti buah pinang muda) matanya bersinar ceriah, terang (warna biru muda atau coklat muda), titik hitam pada bola mata besar, bening. paruh tebal, kukuh, tidak terlalu panjang. lubang hidungnya menonjol tinggi ke atas,lubang hidungnya yang lebar tertutup/terlindungi sayap hidung, bersih

Leher. bentuk leher panjang, bagus, tegak lurus dengan posisi kepala yang terangkat seperti dongaknya ular kobra. pangkal leher mengembang, yang merupakan kantong suara.

Badan. dada bidang, punggung agak bungkuk, dan warna lorek-lorek pada bulu badan lembut kulit ketiak lemas, tidak tegang. bulu sayap panjang.bulu sayap yang pertama besar-besar tiap sayap terdiri dari 21 sampai 25lembar bulu. perkutut yang sudah bunyi sayapnya nglengsreh. bodi badan singset.

Kaki. sikap berdirinya sangat kokoh, mantap, dengan capit udang (tulang paha)kanan kiri merapat. jari kaki panjang. sisik kaki kasar, tersusun rapih di bawahdan pada sisik akhir ditutup dengan sebuah sisik besar. warna sisik agak kemerahan,kehitaman, pada telapak kaki bertitik putih.

Ekor. bulu ekor panjang dan mengumpul, makin ke ujung makin mengecil.tombol ekor alias brutu besar, tinggi meruncing dan mendongak ke depan.

Burung bakalan dengan tanda-tanda seperti di atas, besar harapannya menjadi burung yang rajin manggung nantinya, kalau betul-betul dirawat dengan baik. Lebih bagus lagi kalau bakalan yang akan dibeli itu adalah burung yang telah cukup lama dipelihara orang, dan sudah berbunyi. karena yang paling tepat dalam memilih perkutut adalah dengan mendengarkan bunyi suaranya.

Ciri Mathi Perkutut

16 Nov

Gendawa Sabda : suara manggungnya keras dan merdu, dapat digunakan untuk memikat perkutut yang lain. Pemiliknya banyak rezeki, keluarganya tenang dan tentram.

Gedong Mengo : perkutut yang manggung menyongsong terbitnya matahari, pemiliknya banyak rezeki dan selamat.

Mineb Gedong : perkutut juga yang manggung menyertai terbenamnya matahari, si pemilik akan berkecukupan dan menguntungkan dalam berdagang.

Widaksana Gasti-Gasti : waktu manggung lama, halus dan merdu, pemilik atau pemelihara mudah mencapai cita-cita dan banyak

Sri Mangumpel : ibu jari kakinya putih atau ada dua kuku jari yang putih, baik untuk petani, keluarga sehat dan cita-citanya banyak terkabul.

Wisnu Murti : warna kaki, mata dan paruhnya hitam, mempunyai pengaruh kewibawaan dan biasanya dipelihara oleh Raja atau pemimpin.

Wisnu Wicitra : bulunya berwarna kehitam-hitaman, untuk keselamatan dan mendatangkan rezeki.

Purnomo Sidhi : warna bulunya kemerah-merahan seperti permata, untuk kewibawaan dan dihormati.

Rupo Cahyo : warna bulu mengkilat bercahaya, membawa kedamaian dan kegembiraan.

Candra Sabda : warna bulu dibagian pundak berwarna putih, baik untuk pemikat dan membawa suasana gembira.

Misti Kanya : di bagian badan atau seluruh badan berwarna putih, baik untuk Raja/pemimpin karena membawa keselamatan.

Sangga Bhuana : di punggungnya ada sehelai bulu berwarna putih, akan mendatangkan rezeki ( Asalkan jangan ada bulu ekor yang tidak sejalan dengan yang lain, misalnya tidak lurus/abnormal ).

Kusuma Wicitra : warna paruh dan sisik kaki keputih-putihan, mendatangkan rezeki dan cita-citanya mudah tercapai.

Mercuci : matanya berwarna kuning dan sipit/wayang bambangan, pemiliknya diakrabi orang dan banyak rezeki.

Mercu Jiwa : matanya berwarna kuning, bulu sekitar pantat juga kuning, yang mempunyai pengaruh sangat besar, baik dipelihara Raja/pemimpin.

Pendawa Mijil : bulu ekornya berjumlah 15 lembar, mendatangkan kewibawaan bagi pemiliknya.

Udan Mas : ada semacam kalung dileher, bulu yang melingkar berwarna ke kuning-kuningan, mendatangkan keselamatan dan kegembiraan serta rezeki.

Muncis : bentuk badanya kecil memanjang, baik untuk dipelihara oleh Raja atau Pemimpin.
Satria Kinayungan : ditengah kepalanya berbulu warna putih, berpengaruh menaikkan derajat atau pangkat.

Ciri Mathi yang buruk dan tidak baik untuk dimiliki/dipelihara :

Durga Nguwuh : biasanya manggung pada tengah malam, bila dipelihara akan banyak mendatangkan halangan misalnya ; sering sakit, rumah tangganya kacau atau sering kekurangan.

Durga Ngerik : siang malam terus-terusan manggung, akan menjauhkan rezeki dan keluarga sering cekcok.

Wisnu Tinundang : bulunya kehitam-hitaman tidak merata, bagi pemiliknya akan sulit mencapai cita-citanya.

Brahma Suku : bulunya berwarna kemerah-merahan, sering mengundang penyakit.

Brahma Kukup : bulunya berwarna keputih-putihan dari kepala sampai ekornya, bisa mendatangkan sial bagi pemiliknya.

Brahma Labuh Geni : bulunya berwarna kemerah-merahan tidak merata, akan mendatangkan halangan dan jauh dari rezeki.

Buntel Mayit : masing-masing sayapnya ada bulunya putih, akan mendatangkan mala petaka.

Lembu Rawan : bulunya ” brumbung ” tidak tumbuh dengan baik, bisa mendatangkan penyakit/kesukaran dan jauh dari rezeki.

Kelabang Kapipit : pada sayap bagian dalam bila direntangkan terdapat bulu berwarna putih, bisa mendatangkan sengketa rumah tangga.

PERKUTUT KATURANGGAN

16 Nov

Berbicara mengenai Perkutut Katuranggan biasanya dikaitkan dengan Perkutut Lokal yang diyakini mempunyai kekuatan gaib atau supranatural/yoni menurut kepercayaan orang-orang tua kita sejak beratus-ratus tahun terutama pada masyarakat tradisi Jawa dan bukan Perkutut Silang atau sering dikenal Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan gaib sesuai dengan alam pikiran masyarakat modern. Sehingga Perkutut Katuranggan sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki, kebahagiaan dan ketenteraman rumah tangga, pangkat dan jabatan, dll.

Kebiasaan menikmati bunyi suaranya anggungan perkutut yang indah ini dimulai sejak zaman Majapahit dan memang burung yang satu ini pada waktu itu biasanya hanya dipelihara oleh kalangan ningrat kerajaan yang semakin dikembangkan pada saat keraton Ngayogjakarta Hadiningrat dibawah Sri Sultan Hamnegku Buwono VII pada tahun 1877-1921.

Perkutut juga diyakini sebagai bilangan ke-lima dari kelengkapan seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar kebudayaan keraton yaitu ; Wisma (rumah), Garwa (Istri), Curiga (Keris), Turangga (Kuda) dan Kukila (Perkutut). Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dan keindahan fisiknya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung.

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada awal tulisan ini, perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya berdasarkan ” Katuranggan ” yang dipercaya memiliki titisan darah gaib, juga berdasarkan ” Ciri mathi ” adalah ramalan dalam hubungan bentuk atau sifat tertentu seekor perkutut, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan/rezeki, ketenteraman rumah tangga, pangkat, dlsb.) atau buruk (membawa sial atau mala petaka) bagi pemilik atau si pemelihara tersebut.

Untuk mengetahui baik tidaknya seekor perkutut, dapat ditilik berdasarkan katuranggan dan ciri mathi berupa ciri fisik seperti bentuk tubuh, bulu, paruh, kaki dan juga sifat, perilaku serta pada saat berbunyi/manggung yang dapat dijelaskan sebagai berikut/seperti dibawah ini.

Perkutut Katuranggan atau Primbon antara lain :

Perkutut Songgo Ratu : perkutut ini dipercaya sebagai titisan seorang putra Raja Bali di zaman Majapahit yang dikejar-kejar musuhnya dan melarikan diri sampai ke Desa Tutul di Blambangan, Banyuwangi dan mati terbunuh, kemudian berubah menjadi Perkutut yang diberi nama Perkutut Songgo Ratu.. Perkutut ini berciri khas di kepalanya ada jambul semacam mahkota berwarna putih. Sifatnya juga seperti ningrat yang tidak suka berkeliaran, hidupnya hanya di tempat yang sepi seperti didalam goa atau di pekuburan. Perkutut ini kuat menahan lapar dan haus sampai beberapa hari, tidurnya selalu ditempat yang paling tinggi dibanding perkutut lainnya. Mempunyai wibawa yang sangat besar, shingga perkutut yang berada didekatnya tidak akan berani bersuara/bunyi. Ciri-ciri fisiknya yang lain adalah, kaki dan paruhnya berwarna hitam. Bulunya agak kehitam-hitaman. Perkutut yang mempunyai yoni yang besar, biasanya jarang berbunyi dan suaranya relatif juga kecil, demikian pula perkutut yang satu ini. Perkutut ini bisa untuk menolak santet/ilmu hitam, melancarkan rezeki dan mempunyai kewibawaan yang tinggi bagi pemiliknya.
Perkutut Lurah : dilihat dari corak warna perkutut, sepintas dapat dilihat persamaan tersamar dengan ular, dimana keduanya mempunyai lurik yang hampir sama. Perkutut mempunyai bulu dada yang warnanya lebih terang, bahkan keputih-putihan, begitu juga dengan ular. Perkutut Lurah ini tinggal dihutan makannya disuapi atau dibawakan makanan oleh perkutut yang lain yang menjadi anak buahnya. Biasanya perkutut ini dipelihara oleh atasan atau pemimpin yang mempunyai kedudukan, karena perkutut ini mempunyai yoni kewibawaan yang luar biasa dan mendatangkan rezeki yang berlimpah.

Perkutut Putih : perkutut ini merupakan primadona yang banyak dikejar-kejar orang, sebab selain sangat langka, perkutut putih ini diyakini bisa mendatangkan kekayaan bagi si pemilik atau si pemeliharanya. Warna bulunya seluruhnya putih, matanya merah, paruh kelabu kemerahan, kaki merah bergaris-garis hitam dan kuku berwarna putih. Perkutut ini biasanya dahulu hanya dimiliki oleh para Raja atau pemimpin. Perkutut ini juga diyakini dari hasil perkawinan In breed yaitu antar saudara sekandung yang berlangsung beberapa generasi sekitar 5 sampai 10 tahun lamanya. Jadi perkutut putih belum tentu anak-anaknya adalah putih, tetapi perkutut biasa yang membawa darah putih pada suatu ketika akan mempunyai keturunan berbulu putih. Konon karena langkanya biasanya sebelum dimiliki seseorang, perkutut putih datang lewat mimpi dengan rupa orang yang sudah tua, berambut serta berjenggot putih.

Perkutut Hitam atau Kol Buntet : seluruh bulunya hitam legam yang dianggap rajanya perkutut, kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan.

Disamping itu masih ada beberapa jenis perkutut Katuranggan antara lain ; Perkutut berekor 15 lembar ( Pendawa Mijil ), Perkutut berwarna tepung tumpeng atau disebut juga Perkutut Daring Kebak/Tembus, Perkutut Udan Emas, Perkutut bermata merah dan kuning ( Mercu Jiwa ), Perkutut Rondo Semoyo, dll. yang kesemuanya mempunyai yoni sendiri-sendiri antara lain untuk nolak santet dan ketenteraman keluarga ( Tepung Tumpeng ), untuk kewibawaan ( Pendawa Mijil dan Mercu Jiwa yang kewibawaannya besar ), kelancaran berdagang ( Rondo Semoyo ). Jadi dapat dibayangkan jika kita mempunyai seekor perkutut berwarna Tepung Tumpeng, matanya merah atau kuning dan ekornya berjumlah 15 lembar, maka jelas dan pasti perkutut ini adalah perkutut bagus dan langka serta mahal harganya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.